"Isaac Newton bukan hanya ilmuwan paling brilian, tetapi juga tokoh paling berpengaruh dalam perkembangan teori ilmiah." -Michael Hart-
Isaac Newton adalah ahli Fisika dan Matematika dari Inggris yang merumuskan teori gravitasi dan meletakkan dasar-dasar kalkulus. Bukunya yang berjudul Philosophiae Naturalis Principia Mathematica (bahasa latin untuk Mathematical Principles of Natural Philosophy) telah membawanya ke puncak ketenaran yang tidak didapat oleh ilmuwan lainnya. Teori-teorinya telah merevolusi perkembangan sains hingga mendorong terjadinya revolusi industri di eropa.
Rumah keluarga Newton yang merupakan rumah pertanian Woolsthorpe terletak di sebuah bukit dekat Sungai Witham, yaitu daerah pedesaan terpencil yang terletak di pinggiran Lincolnshire. Daerah ini ditumbuhi banyak pepohonan dan dialiri sungai-sungai kecil. Di halaman belakang rumah berlantai dua ini, berdiri pohon-pohon apel dan sekawanan domba yang merumput. Di rumah inilah Isaac Newton dilahirkan di sebuah kamar tidur yang terletak di lantai atas pada hari Natal 25 Desember 1642. Saat itu di Italia adalah tanggal 4 Januari 1643, sepuluh hari lebih maju dari kalender orang Inggris. Perbedaan penanggalan ini dikarenakan pada saat itu Italia telah menggunakan sistem kalender baru yang lebih akurat.
Ayah Isaac Newton adalah seorang petani yang buta huruf, ia meninggal sebelum kelahiran Isaac Newton. Ibunya, Hannah Ayscough, berasal dari kalangan rakyat biasa. Ketika Isaac berumur 3 tahun ia menikah dengan seorang pendeta, Barnabas Smith, dan meninggalkan Newton di Woolsthorpe untuk diasuh oleh neneknya dari pihak ibu.
Isaac masuk sekolah pertamanya di desanya, di sana ia belajar membaca, serta menekuni tabel-tabel aritmetika. Namun, menjalani hidup tanpa orang tua membuatnya kesepian dan tersisihkan. Ia pernah hampir diambang kegilaan dengan mengancam Ayah tirinya dan ibunya akan membakar mereka beserta rumah mereka. Ia juga pernah bertengkar dengan saudari tirinya dan menyerangnya.
Pada tahun 1653, ketika Isaac berumur 10 tahun, Barnabas Smith meninggal dunia dan Hannah kembali ke Woolsthorpe, membawa serta 3 orang anaknya. Dia mengirim Isaac yang saat itu berusia 12 tahun ke sekolah yang jauhnya 13 kilometer di Grantham, kota perdagangan dan kota tentara. Sekolah itu telah didirikan sejak abad ke-14, yaitu Sekolah Tata Bahasa Raja Edward VI (The King's School). Disebut sekolah tata bahasa karena memang itulah yang sebagian besar diajarkan, tata bahasa latin. Latin adalah bahasa internasional di kalangan intelektual Eropa saat itu. Bahasa latin dipakai untuk menulis semua karya-karya penting.
Tiga belas kilometer merupakan jarak jarak yang terlalu jauh bagi Newton kecil untuk berjalan kaki setiap hari. Isaac kemudian menyewa kamar seorang apoteker bernama William Clarke. Ia menghiasi kamarnya dengan mengukir namanya di papan-papan dan menggambari dindingnya menggunakan arang. Ia menggambar burung, binatang buas, orang, kapal, lingkaran dan segitiga abstrak.
Di Kings School, sekolah tersebut hanya memiliki satu ruangan dengan jumlah murid 80 orang. Kepala sekolahnya adalah Henry Stokes dimana ia mengajarkan Latin, teologi, Yunani dan Ibrani. Di sebagian besar sekolah di Inggris, memang hanya itulah mata pelajaran yang diberikan. Namun, Stokes menambahkan mata pelajaran aritmetika untuk mengukur luas, algoritma untuk survei dan menghitung dengan satuan acre (1 acre = 0,4 hektar).
Di sekolah Isaac berkelahi dengan anak-anak lain di halaman gereja; kadang-kadang hidung anak-anak itu sampai berdarah. Putri tiri sang apoteker, Nona Storer di masa tuanya secara khusus masih mengingat suatu perkelahian antara abangnya, Arthur, dengan Isaac.
"Walaupun tidak senafsu lawannya, Newton memiliki semangat dan ketegaran bahwa dia bisa mengalahkan Arthir. Isaac menarik telinga Arthur dan membenturkan wajahnya ke dinding gereja, memperlakukannya seperti seorang pengecut dan menggesekkan hidung Arthur ke dinding tersebut"
Isaac menulisi buku latihan bahasa latinnya dengan frasa-frasa yang berisi pikiran muram; kemiskinan, keputus-asaan, kebingungan, kesendirian. Ungkapan rasa senang jarang muncul dan kata love (cinta) tidak pernah dipakai. Kegemaran terhadap daging panggang adalah satu-satunya kebahagiaan yang disebut-sebut.
Isaac membeli satu buku kecil di Grantham dengan uang dua setengah pence pemberian ibunya. Ia menuliskan namanya pada buku itu sebagai penanda kepemilikan dengan tulisan: Isacus Newton hunc librum possidet. Ia mengisi halaman-halaman buku itu dengan tulisan yang rapi. Ia menyalin dari buku lain yang ia baca, salah satunya adalah buku John Bate, Mysteryes of Nature and Art.
Isaac menyalin petunjuk mengenai bagaimana caranya menggambar. Ia menyalin bahan-bahan untuk membuat tinta dan bedak. Ia menyalin cara-cara melelehkan logam, cara menangkap burung, memahat diatas batu api dan membuat mutiara kapur.
Dalam bukunya, Bate menjelaskan dan memberi ilustrasi cara membuat kincir dan kembang api, dan Isaac menghabiskan waktu berjam-jam memotong kayu dengan pisaunya, membuat kincir air dan kincir angin. Ia membuat layang-layang dan menempelkan kembang api pada layang-layang tersebut, lalu menerbangkannya pada malam hari dan membuat kembang apinya terbakar sehingga menciptakan cahaya di kegelapan langit malam.
Meski Isaac dikenal sebagai anak yang cerdas di sekolahnya, ibunya justru mengeluarkannya dari sekolah dan memanggilnya pulang ke Woolsthorpe untuk mengurus ladang pertanian. Di ladang milik keluarganya, Isaac menggembalakan domba dan membajak tanah. Namun, meski Isaac sendiri belum tahu ingin menjadi apa atau akan melakukan apa tapi jelas ia tidak ingin menjadi petani. Alhasil ia melakukan pekerjaannya dengan setengah hati dan tidak memperdulikannya.
Alih-alih mengurusi ladangya, Newton muda justru meluangkan lebih banyak waktunya untuk membaca buku dibawah pepohonan. Ia pernah dikenakan denda karena menelantarkan domba miliknya berkeliaran kemana-mana hingga merusak pekarangan milik orang lain. Ia juga pernah didenda karena membiarkan pagar-pagar miliknya roboh tanpa diperbaiki.
Isaac semakin hari semakin tidak pedulian, pemurung dan suka membantah. Ia membangkang perintah ibunya untuk pergi ke gereja, bertengkar dengan ibunya dan saudari tirinya bahkan menonjok saudari tirinya. Akhirnya, pamannya yaitu William Ayscough dan kepala sekolahnya di Grantham, Stokes, ikut turun tangan. Mereka berpikir bahwa sepertinya Isaac tidak cocok melakukan apapun kecuali masuk universitas. William Ayscough telah menyiapkan diri menjadi pendeta di College of the Holy and Undivided Trinity, sekolah terbesar dari 16 sekolah yang ada di Universitas Cambridge. Mereka lalu mengatur agar Isaac dikirim ke Universitas Cambridge. Namun sebelumnya mereka harus membujuk ibu Isaac agar mengirimkannya kembali ke sekolah di Grantham untuk bersiap masuk universitas.
Pada hari terakhirnya di sekolah, Isaac dinobatkan sebagai teladan terbaik yang harus dicontoh. Bahkan kepala sekolahnya memujinya secara khusus atas kejeniusannya yang mulai melesat dengan cepat dan bersinar dengan kekuatan yang lebih besar. Dan nantinya di universitas, Isaac menunjukkan bakatnya sebagai seorang ilmuwan. Ia meletakkan dasar-dasar kalkulus dan pada usia 25 tahun berhasil merumuskan mekanika gerak planet yang terangkum dalam Hukum Gravitasi Newton yang sangat terkenal, yang membawanya ke puncak ketenaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar